Seorang anak berlari menemui ibunya yang tengah memasak di
dapur.
Anak: "Bu, minta uang."
Ibu: "Buat apa?"
Anak: "Itu, di depan rumah ada orang yang berteriak memelas."
Ibu: "Bagaimana teriakannya?"
Anak: "Bakso, Bakso!"
Senin, 01 Juni 2009
Teriak Memelas
Label: humor umumSalah Pesan
Alkisah si Bejo yang berasal dari desa di kaki Gunung Sumbing
tapi cukup terpandang itu dan berduit baru pertama kali datang ke
kota metropolitan. Dengan penuh percaya diri dia masuk ke
restauran untuk makan siang.
Dari daftar menu yang dia baca banyak nama masakan yang
menggunakan nama asing dan dia tidak mengerti artinya. Dengan
gaya sok tahu dia memesan pada pelayan dengan menunjuk satu
nama masakan yang tertera di daftar menu.
Setelah menunggu beberapa saat keluarlah masakan yang siap
santap yaitu cah kangkung. Sebetulnya si Bejo tidak suka masakan
tersebut, tetapi untuk komplain tidak berani karena salah dia juga.
Si Bejo tidak kurang akal, dia melihat kelakuan bule yang duduk
di meja sebelahnya sedang melahap daging ayam. Setelah daging
ayamnya habis si bule berteriak pada pelayan . . . "more,” tidak lama
kemudian keluarlah sepiring daging ayam yang kemudian
dilahapnya.
Maka si Bejo yang kepingin makan daging ayam mengikuti si
bule beteriak keras kepada pelayan . . . 'morrrr '. . . . dengan harapan
akan dapat daging ayam juga.
Tetapi apa lacur setelah pelayan datang yang disajikan adalah . .
. . cah kangkung lagi. Maka si Bejo kelenger kekenyangan cah
kangkung.
Anak Yatim
Terjadi sebuah percakapan antara 2 sahabat karib.
Faqih: "Eh . . Bet! Mana kalimat yang benar dari dua kalimat ini, A.
Anak Yatim itu dipukuli ayahnya. B. Anak yatim itu dipukulkan
ayahnya."
Albert: "Pasti . . . Anak yatim itu dipukuli ayahnya dong !!!"
Faqih: "Salah."
Albert: "Apaan dong!!"
Faqih: "Nggak ada yang bener, anak yatim mana punya ayah.."
Albert: "$5&%”
Jual Putauw
Joni yang sedang sakaw berat akhirnya memutuskan pergi ke apotik
terdekat.
Joni: "Pak, jual putauw, nggak?"
Penjual: "Ini apotik legal, nggak jual yang begituan."
Keesokan harinya Joni datang lagi.
Joni: "Pak, jual putauw, nggak?"
Penjual (heran): "Lho, kemaren kan sudah saya bilang kalau apotik ini
legal, nggak jual barang begituan!"
Joni: "Maaf, Pak..."
Keesokannya lagi, Joni datang mencoba keberuntungannya.
Joni: "Pak, ada putauw?"
Penjual (marah dan kesal): "Goblok banget sih elo! Gue udah bilang di
sini toko obat legal. Nggak ada yang namanya putauw. Berani-
beraninya minta barang haram kayak gitu. Kalau elu dateng lagi minta
putauw, gua gunting kuping lu!!"
Joni kabur gemetaran. Keesokannya... si Joni nongol lagi di toko
obat tersebut. Si penjual sudah masang tampang sangar.
Joni (takut-takut): "Pak... ada gunting?"
Penjual (setengah cuek): "Nggak!"
Joni: "Mmm.... kalo gitu... kalo gitu... ada putauw??"




